Kasus DBD Bertambah, 3M Harus Diterapkan

naymuk malaria
nyamuk malaria
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Menjelang datangnya musim penghujan, tidak hanya COVID-19 yang perlu diwaspadai. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) harus menjadi perhatian kita semua. Sebab, berdasarkan data Kementerian Kesehatan mengenai kasus DBD tanggal 30 November 2020, ada 51 penambahan kasus DBD dan 1 penambahan kematian akibat DBD.

Sebanyak 73,35% atau 377 kabupaten/kota sudah mencapai Incident Rate (IR) kurang dari 49/100.000 penduduk. Di Indonesia DBD menyerang laki-laki sebanyak 53,11% dan perempuan sebanyak 46,89%.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Didi Budijanto mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

3M Plus yaitu menguras, menutup (tempat penampungan air), dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomi (daur ulang).  

Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi, dan gotong royong membersihkan lingkungan.

“Hal tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan , terus menerus, dan tepat sasaran. Kita harus waspadai tanda dan gejala DBD. Segera lapor ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bila curiga DBD,” ucap Didi melalui rilis yang diterima OBATDIGITAL, Kamis (03/12/2020).

Pemerintah juga telah mengupayakan pengendalian DBD dengan melaksanakan gerakan 1 rumah 1 jumantik di 131 kabupaten/kota, 7.454 koordinator Jumantik, 5.620 supervisor jumantik,dan 1.109 kader jumantik pelabuhan.