Cina Mulai Membagikan Vaksin COVID-19, Indonesia Kebagian 40 Juta Dosis

vaksin virus Corona
vaksin virus Corona
<--ads1-->

OBATDIGITALPerebutan vaksin COVID-19 mulai berlangsung ketat. Sejumlah negara kini berebutan memborong vaksin dari sejumlah produsen. Uni eropa dan Amerika Serikat (AS) diketahui membeli jutaan vaksin COVID-19 dari Moderna dan Pfizer-BioNTech.

Cina pun tidak mau kalah. Meski belum selesai hasil uji klinis, sejumlah negara pun sudah memesan vaksin serupa dari beberapa perusahaan farmasi asal Cina. Terutama negara-negara yang menjadi tempat ujicoba tahap ketiga vaksin buatannya.

Sejumlah pejabat Cina, seperti dikutip dari CNN Indonesia (2/12/2020), berjanji bahwa negara-negara berkembang akan menjadi prioritas pengiriman vaksin-vaksinnya yang sukses.

Negeri Panda memiliki lima kandidat vaksin corona dari empat perusahaan yang seluruhnya telah mencapai tahap tiga atau tahap akhir uji coba. Empat perusahaan farmasi itu telah melakukan uji coba vaksin tahap tiga setidaknya di 16 negara.

Perusahaan farmasi pengembang vaksin Sinovac Biotech telah menandatangani perjanjian untuk memberi 46 juta dosis vaksin corona ke Brasil dan 50 juta dosis vaksin ke Turki. Sinovac juga akan memasok 40 juta dosis massal vaksin, konsentrat vaksin sebelum dibagi ke dalam botol kecil, ke Indonesia untuk produksi lokal.

Sementara itu, CanSino Biologics akan mengirimkan 35 juta dosis vaksinnya ke Meksiko. Di sisi lain, China National Biotec Group (CNBG) tidak begitu terbuka soal pengembangan dan penjualan kandidat vaksin buatannya.

Namun, dua vaksin buatan CNBG saat ini tengah menjalani uji coba fase tiga di 10 negara yang sebagian besar berada di Timur Tengah dan Amerika Selatan.

Pemimpin perusahaan farmasi Sinopharm, Liu Jingzhen, mengatakan belasan negara telah berencana membeli vaksin perusahaannya meski tak merinci jumlah dan nama negara.

Namun, Liu mengklaim CNBG mampu menghasilkan lebih dari 1 miliar dosis vaksin pada 2021.

Mereka menyasar ke luar negeri setelah vaksin buatannya berhasil menekan lonjakan kasus COVID-19 di sana. Pertambahan kasus di Cina kini tak mencapai 100 kasus per har. Setelah berhasil menekan lonjakan kasus virus corona, perusahaan farmasi China terus mencari tempat di luar negeri untuk menguji kemanjuran vaksin mereka.