Meski Dinkes Semarang Punya Aplikasi STRONG, Kasus COVID-19 Tinggi

Ganjar menemui pasien COVID-19 di Semarang
Ganjar menemui pasien COVID-19 di Semarang

OBATDIGITAL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang gencar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, juga dilakukan pemantauan perkembangan kasus COVID-19 di wilayahnya melalui Aplikasi STRONG atau Integrasi Data Warehouse Penanganan COVID-19 Kota Semarang.

Aplikasi yang diluncurkan Maret 2020 ini merupakan konsep terintegrasi pengelolaan data penanganan COVID-19 berbasis ICT.

Aplikasi tersebut terdiri dari Sistem Info COVID-19, Aplikasi Bidik COVID-19, Sistem WA Blast, Aplikasi Si Datang dan Sisca (Self Isolation Corona Assisten Kota Semarang). Seluruhnya saling terintegrasi dan terbuka yang mana bisa diakses di website Dinkes, sehingga semakin mempermudah serta mempercepat pengendalian COVID-19 di Kota Semarang.

“Dua minggu yang lalu cuci tangan dan pakai masker sebenarnya sudah diangka hampir 80, jaga jarak sudah diangka 70. Tapi dalam dua minggu ini masyarakat sepertinya sudah mulai lelah atau bosan,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochammad Abdul Hakam dalam rilis Kementerian Kesehatan yang diterima OBATDIGITAL, Sabtu (28/11/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinkes Kota Semarang pada tanggal 27 November 2020,  tercatat total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 13.812.

Angka ini meningkat dari sebelumnya 13.317, kasus suspek 227, kasus terkonfirmasi dirawat 470, kasus sembuh 9.227 dan kasus meninggal 818. Jumlah kasus tersebut merupakan yang tertinggi di

Hakam menyebutkan kenaikan kasus di daerahnya dipicu oleh beberapa hal, salah satunya masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Per tanggal 20 November 2020, kepatuhan melakukan jaga jarak berkisar 66%, sementara memakai masker dan mencuci tangan menggunakan sabun tingkat kepatuhannya lebih tinggi yakni berkisar 70%.

“Nilai kita 2 minggu yang lalu cuci tangan dan pakai masker sebenarnya sudah diangka hampir 80, jaga jarak sudah diangka 70. Tapi dalam dua minggu ini masyarakat sepertinya sudah mulai lelah atau bosan,” katanya.