Bukan Cuma Bahan Baku Obat, Tapi Ini Juga Yang Bikin Obat Mahal

Honesti Basyir Dirut Bio Farma
Honesti Basyir Dirut Bio Farma

OBATDIGITAL – Selama ini banyak menduga bahwa mahalnya harga obat di Indonesia dikarenakan masih besarnya bahan baku obat yang diimpor. Sebanyak 90-95 persen bahan baku obat diimpor antara lain, dari Amerika Serikat, India, dan Cina.

Tapi belakangan bahan baku obat sebagai dalang obat mahal, bukan faktor utama. Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir justru menyalahkan beberapa perusahaan obat. Ia menengarai perusahaan tersebut menggunakan dana pihak ketiga untuk melaksanakan penugasan dan penunjukkan penyediaan obat dan alat-alat kesehatan (alkes).

“Kami kalau hanya mengandalkan kepada pendanaan pihak ketiga tentunya ada cost of money yang harus kami bebankan kepada harga pokok produksi (HPP) sehingga membuat harga jual obat juga menjadi lebih mahal, padahal ini adalah sifat adalah penugasan,” ujarnya seperti dikutip CNN Indonesia (19/11/2020).

Maka, mantan Direktur Utama PT Kimia Farma ini ia meminta pemerintah mempertimbangkan pemberian bantuan pendanaan kepada perusahaan farmasi untuk penugasan obat maupun alat kesehatan pada tahap awal. Pasalnya, perusahaan sendiri membutuhkan dana tersebut.

“Terkait skema pembiayaan dan pajak obat dan vaksin di Indonesia, agar menetapkan skema pembiayaan untuk pelaksanaan, penugasan, ataupun penunjukan langsung agar tidak memberatkan,” katanya.

Selain itu, bos holding BUMN Farmas itu berharap pemerintah segera merealisasikan insentif pajak untuk riset dan pengembangan (R&D) sektor farmasi. Ia juga meminta pemerintah mempercepat pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Lewat kebijakan yang komprehensif antara kementerian/lembaga (K/L) itu, diharapkan bisa memastikan bahwa hasil penelitian dari lembaga penelitian dan perguruan tinggi dapat dilakukan hilirisasi dan komersialisasi.

Sebab ia melihat banyak produk penelitian sektor kesehatan dan lainnya, mengalami kesulitan pada saat proses hilirisasi oleh industri.