Siap-siap Vaksinasi Masal, Simulasi Kedua Vaksinasi COVID-19 di Bekasi

vaksin virus Corona
vaksin virus Corona
<--ads1-->

OBATDIGITAL- Setelah Bogor, Bekasi menjadi simulasi vaksinasi COVID-19. Berlokasi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cikarang, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meninjau langsung prosesnya.

“Jadi ada beberapa persiapan yang harus disiapkan, supaya nanti vaksinasinya itu berjalan dengan baik. Termasuk menyiapkan data-data, nama-nama yang akan divaksin di seluruh Indonesia. Kemudian tahap-tahapnya dan bagaimana pendistribusian vaksin. Selain itu, penanganan limbah vaksin,” ucap Wapres dilansir dari laman Kemenkes (19/11/2021).

Dalam tahapan vaksinasi, nantinya peserta akan diskrining terlebih dahulu untuk mengetahui apakah yang bersangkutan memiliki penyakit komorbid atau tidak.

Tahap disebut sebagai anamnase. Jika peserta vaksinasi terindikasi memiliki penyakit penyerta (komorbid) maka akan diarahkan ke ruang pemeriksaan umum, lalu diberikan surat rujukan untuk selanjutnya dirujuk ke rumah sakit (RS).

Sementara bagi peserta yang sehat, dapat menerima vaksinasi tahap pertama. Usai penyuntikan vaksin, peserta tidak langsung pulang. Perlu dilakukan observasi selama 30 menit guna melihat apakah ada efek samping yang ditimbulkan atau tidak. Sembari menunggu, para petugas Puskesmas akan memberikan sosialisasi mengenai protokol kesehatan serta penerapan pola hidup bersih dan sehat di seluruh tatanan kehidupan.

“Kita siapkan semuanya, yang pasti pemerintah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, sehingga opa yang menjadi tujuan vaksinasi bisa tercapai,” kata Menkes Terawan Adi Putranto.

Pada keterangan pers Presiden Joko Widodo sehari sebelumnya, rencananya vaksinasi akan dimulai pada akhir Desember 2020 atau awal tahun 2021.

Untuk itu, Presiden berpesan agar seluruh proses dilaksanakan secara hati-hati serta harus sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Vaksin yang akan diberikan ke masyarakat, seluruhnya harus masuk dalam daftar list yang direkomendasikan oleh WHO sehingga dapat dipastikan keamanan dan kemanjurannya.

Namun demikian menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksin COVID-19, terutama dari Sinovac baru bisa diperoleh hasil uji klinis antara awal dan pertengahan Januari 2021. Sehingga diperkirakan baru bisa disetujui BPOM akhir Januari 2021.