Ini Kelebihan Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac

Vaksin Coronavirus
Vaksin Coronavirus
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Persaingan antara pembuat vaksin COVID-19 mulai ramai. Masing-masing pembuat vaksin tersebut menampilkan beberapa kelebihan masing-masing.Vaksin Pfizer-BioNTech menampilkan kelebihan dengan mengklaim bisa mencegah infeksi COVID-19 sebesar 19 persen.

Kelebihan vaksin itu pun “dikalahkan” vaksin Sputnik V buatan Rusia melebihi efekfitas vaksin buatan Pfizer-BioNTech, yaitu sebesar 92 persen. Ini pun tak bertahan lama setelah giliran Moderna mengumumkan vaksin buatannya bisa mencegah COVID-19 sebesar 94,5 persen dan vaksinnya tak perlu disimpan dalam suhu yang sangat dingin.

Namun kini CoronaVac, vaksin COVID-19 eksperimental Sinovac Biotech, mengklaim punya kelebihan lain. Vaksin buatan perusahaan farmasi Cina ini diklaim memiliki respons kekebalan yang cepat, tetapi tingkat antibodi yang dihasilkan lebih rendah daripada pada orang yang telah pulih dari penyakit tersebut, hasil uji coba awal menunjukkan pada hari Rabu.

Sementara uji coba tahap awal hingga pertengahan tidak dirancang untuk menilai kemanjuran CoronaVac, para peneliti mengatakan itu dapat memberikan perlindungan yang cukup, berdasarkan pengalaman mereka dengan vaksin lain dan data dari studi praklinis dengan kera.

CoronaVac dan empat vaksin eksperimental lainnya yang dikembangkan di negeri Panda saat ini sedang menjalani uji coba tahap akhir untuk menentukan keefektifannya dalam mencegah COVID-19.

Temuan Sinovac, yang diterbitkan dalam makalah yang ditinjau oleh rekan sejawat di jurnal medis The Lancet Infectious Diseases, berasal dari hasil uji klinis Fase I dan Fase II di Chna yang melibatkan lebih dari 700 peserta.

“Temuan kami menunjukkan bahwa CoronaVac mampu memicu respons antibodi yang cepat dalam empat minggu setelah imunisasi dengan memberikan dua dosis vaksin pada interval 14 hari,” ujar Zhu Fengcai.

“Kami percaya bahwa ini membuat vaksin cocok untuk penggunaan darurat selama pandemi,” kata Zhu dalam pernyataan yang diterbitkan di samping surat kabar itu.

Sinovac saat ini menjalankan tiga uji coba Tahap III di Indonesia, Brasil, dan Turki.

Hasil harus diinterpretasikan dengan hati-hati sampai hasil Tahap III dipublikasikan. “Tapi meski begitu, setelah uji coba Tahap III dan setelah perizinan, kita harus tetap berhati-hati,” ujar Naor Bar-Zeev, ilmuwan dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat.