Berbeda Vaksin COVID Lain, Vaksin Buatan J&J Cukup Satu Dosis

kantor Johnson & Johnson
kantor Johnson & Johnson
<--ads1-->

OBATDIGITAL– Johnson & Johnson (J&J) meluncurkan uji coba tahap akhir di Inggris pada Senin (16/11/2020) untuk menguji vaksin COVID-19. Terdapat 6.000 relawan, dari total 30.000 orang di seluruh dunia.

Mereka akan dibagi dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan dosis pertama Ad26COV2, sedangkan kelompok lainnya hanya diberikan vaksin bohongan. Pemberian vaksin tahap kedua akan diberikan 57 hari kemudian.

Apabila hasil uji coba yang diberikan pada dosis pertama berhasil, perusahaan dapat menyederhanakan distribusi jutaan dosis dibandingkan pesaing utama yang membutuhkan dua dosis.

Profesor imunologi anak dan penyakit menular yang ikut memimpin uji coba tersebut, Saul Faust menuturkan, apabila suntikan kedua mengalami kegagalan maka akan memengaruhi kemanjuran vaksin dosis ganda.

Pesaing vaksin COVID-19 versi Pfizer-BioNtech yang juga berasal dari Amerika Serikat ini menuturkan, potensi suntikan COVID-19 mereka menunjukkan tingkat kemanjuran lebih dari 90%. Uji coba tahap akhir diharapkan bisa membuktikan vaksin mampu mencegah infeksi virus corona, penyebab COVID-19, dan siap digunakan.

“Sangat penting bagi kami untuk melakukan uji coba berbagai vaksin dari banyak produsen berbeda dan kemudian dapat memastikan pasokannya ke Inggris dan populasi global,” kata Faust.

Ilmuwan yang memimpin uji coba di Inggris tidak memberikan rincian mengenai negara lain yang menjadi lokasi uji coba. Namun, ia menyatakan, Inggris merupakan lokasi pertama untuk memulainya. Persiapan studi akan selesai pada Maret 2021 dan uji coba akan berlangsung selama 12 bulan.