Di Pilpres AS, Kampanye Trump Soal Obat Murah Nggak Ngefek

Joe Biden dan Donald Trump
Joe Biden dan Donald Trump

OBATDIGITAL– Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih Presiden Amerika Serikat (AS) telah berlangsung. Hasilnya pun sudah mulai kelihatan. Joe Biden, calon presiden (capres) dari Partai Demokrat untuk sementara mendapatkan 264 suara elektorat, sedangkan Trump memperoleh 214 suara.

Mantan wakil presiden Barack Obama itu mendekati angka 270 sebagai batas minimal sesorang capres meraih suara elektoral untuk menduduki Gedung Putih.

Sebelumnya, kedua kandidat, Donald Trump dan Joe Biden telah melewati dua sesi debat. Isu kesehatan tidak luput menjadi pembahasan, salah satunya terkait harga obat.

Pembahasan mengenai penanganan COVID-19 di AS , yang ditayangkan yotube Wall Street Journal, menjadi sorotan. Joe Biden calon presiden dari Partai Demokrat menilai Trump calon presiden petahana dari Partai Republik telah gagal menanggulanginya. Ia juga menyayangkan Presiden AS tersebut kurang menaruh perhatian pada isu kesehatan, sehingga terjadi lonjakan kasus COVID-19.

Menanggapi hal tersebut, Trump langsung membantahnya. Menurut pengusaha properti itu, ia sangat fokus terhadap pandemi COVID-19. Agar masyarakat AS mendapatkan akses kesehatan, ia pun telah menandatangani empat perintah eksekutif untuk menurunkan biaya obat resep.

Pernyataan Trump ini langsung direspon dengan cepat oleh Biden. Ia mengatakan, penurunan harga obat malah akan memengaruhi keberlangsungan perusahaan farmasi.

Seharusnya, Trump tidak menghapus program yang telah dijalankan presiden sebelumnya, Obama Care karena terbukti lebih efektif dibandingkan menurunkan harga obat.

Perdebatan antara Trump dan Biden ini berlanjut kepada rencana Trump yang ingin mempercepat pemasaran vaksin. Langkah ini mendapatkan tanggapan keras dari Biden. Menurutnya, rencana itu sangat berisiko. Vaksin tidak bisa selesai dalam hitungan bulan, tetapi umumnya dalam hitungan tahun.

Dari situ patut dipertanyakan, akankah isu kesehatan terutama harga obat memengaruhi persepsi warga AS? Wallahualam.