Sebentar Lagi Stres Bisa Dites Lewat Tes Usap Di Dalam Telinga

depresi
depresi dan stres
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Untuk mengukur seseorang mengalami stres, kini tak perlu melalui wawancara dengan psikolog atau psikiater. Kini ada alat yang cukup dipasang di lubang telinga. Alat itu kemudian bisa mendeteksi seseorang tengah stres atau tidak.

Itu dibuktikan lewat sebuah riset terhadap 37 peserta menunjukkan penumpukan hormon stres kortisol dapat diukur dari sekresi berminyak di sekitar saluran telinga.

“Ini bisa membuka pintu ke cara yang lebih baik untuk mendiagnosis kondisi kejiwaan termasuk depresi,” kata Andres Herane-Vives, psikiater di University College London Institute of Cognitive Neuroscience.

Alat tersebut berbentuk tes usap yang mengambil cairan berminyak di dalam telinga. Namun, kata Vives, tes ini tidak akan merusak gendang telinga.

Vives seperti dilansir BBC (4/11/2020), mengatakan bahwa kortisol dikenal sebagai hormon yang berkaitan dengan stres. Ketika mengirimkan sinyal alarm ke otak sebagai respons terhadap stres, hal itu dapat memengaruhi hampir semua sistem dalam tubuh, termasuk sistem kekebalanm pencernaan dan jam tidur.

Tidak heran jika sedang stres, seseorang susah tidur, muncul gangguan pencernaan, dan penyakit gampang masuk.

Saat ini, diagnosis kesehatan mental sebagian besar bersifat subjektif, jadi ini dapat memberikan alat tambahan kepada para profesional untuk membantu membuat penilaian mereka lebih akurat.

Dan diagnosis yang baik adalah “satu-satunya cara untuk memberikan pengobatan yang tepat”, kata Dr Herane-Vives.

Ini berpotensi digunakan untuk menginformasikan siapa yang mungkin atau mungkin tidak mendapat manfaat dari antidepresan.

Kortisol dapat diukur dalam darah, tetapi ini hanya memberikan gambaran singkat tentang kadar hormon seseorang pada saat itu.

Dan karena tes darah itu sendiri bisa membuat stres, ini berpotensi memberikan hasil positif palsu.

Dr Herane-Vives ingin melihat apakah tingkat kortisol kronis pasien – seperti apa bentuknya dalam jangka waktu yang lebih lama – dapat diukur dengan melihat jaringan di tubuh tempat ia menumpuk.

Dia sebelumnya mempelajari apakah kortisol dapat diukur dari folikel rambut, tetapi untuk melakukan itu Anda membutuhkan 3 cm rambut – yang tidak semua orang miliki, atau ingin hilang.

“Tapi kadar kortisol dalam kotoran telinga tampaknya lebih stabil,” katanya.

Dr Herane-Vives menunjuk pada analogi dengan makhluk penghasil lilin lainnya: lebah. Mereka menyimpan gula di sarang lilin mereka, di mana ia diawetkan pada suhu kamar.

Demikian pula, hormon dan zat lain disimpan dari waktu ke waktu di kotoran telinga, yang “menghasilkan lebih banyak kortisol daripada sampel rambut”, kata para peneliti.

Dalam jangka panjang, metode ini dapat dikembangkan untuk mengukur hal-hal lain seperti kadar glukosa atau bahkan antibodi terhadap virus.