Karena Pandemi, Industri Farmasi Belanja Iklan Digital Lebih Besar

<--ads1-->

OBATDIGITAL – Emarketer merilis riset terbaru mengenai belanja iklan. Menurut survei tersebut, perusahaan farmasi dan pengobatan akan membelanjanya dananya sebesar US$9,5 miliar atau sektar Rp133 triliun untuk beriklan lewat media digital.

Angka belanja iklan sebesar itu pada tahun 2020 merupakan peningkatan sebesar 14% dibandingkan tahun lalu. Persentase tersebut merupakan ketiga terbesar di bahwa produk komputasi dan elektronik yang sebesar 18%.

Ini terjadi karena faktor pandemi COVID-19 yang menuntut mereka beralih periklanan digital. Padahal jika tak ada pandemi, industri farmasi lebih ke pemasaran konvensional.

Pemasaran digital untuk pesan pandemi seputar pengujian dan keselamatan, serta topik terkait yang mencakup telemedicine, persediaan medis, dan pembukaan kembali kantor dokter.

Lebih dari separuh pengeluaran digital farmasi dan perawatan kesehatan (56%) pada tahun 2020 akan digunakan untuk iklan penelusuran, sementara sisanya untuk iklan display atau jenis spanduk.

Farmasi menyumbang sekitar 7% dari semua pengeluaran iklan digital AS, jauh lebih rendah daripada pembelanja teratas seperti ritel sebesar 21% dan layanan keuangan sebesar 15%.

Emarketer, seperti dilansir Fierce Pharma (23/10/2020), berharap tren itu terus berlanjut. Untuk tahun 2021, pengeluaran iklan digital diperkirakan akan meningkat 18% lagi menjadi sekitar $ 11,3 miliar.