Selain Gratis, Pemerintah Bikin Vaksin Berbayar, Bio Farma Sebagai Pengelolanya

Laboratorium BSL3 Mobile Bio Farma
Laboratorium BSL3 Mobile Bio Farma
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Persiapan vaksin COVID-19 sudah makin matang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyerahkan distribusi vaksin VOVID-19 secara mandiri atau berbayar kepada PT Bio Farma. Bagaimana distribusinya, pemerintah akan memberikan arah kepada perusahaan BUMN holding farmasi itu.

“Jalur vaksin mandiri dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bio Farma dan mitra yang ditunjuk,” ucap Airlangga dalam diskusi virtual Keseimbangan Baru Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi.

Walakin, permintah belum bisa memutuskan kapan vaksinasi bisa dikerjakan. Sebab, hingga kini Bio Farma masih menggarap uji klinis tahap ketiga vaksin tadi. Di samping itu, sebelum dikonsumsi oleh masyarakat vaksin itu harus mendapat sertifikasi terlebih dahulu dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Berapa lama sertifikasi itu akan keluar dan diberikan oleh BPOM, Airlangga belum bisa memastikan pula.”Ikuti hasil penelitian. Kami mengutamakan keselamatan jiwa manusia,” ujar Airlangga.

Yang jelas, sebanyak 3 juta vaksin virus corona dalam bentuk jadi dari Sinovac akan dikirim ke Indonesia akhir tahun ini. Kemudian, pemerintah juga memesan 15 juta bahan baku vaksin virus corona dan akan dikirim akhir 2020. “Bahan baku nanti diproduksi di Bio Farma. Seluruh akses kami siapkan,” tutur Airlangga seperti dikutip CNN Indonesia.

Selain berbayar, pemerintah juga akan menyiapkan vaksin gratis buat peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan berusia 15-59 tahun. Usia yang dipilih itu dikarenakan dalam ujicoba vaksinasi, kelompok itulah yang dipilih jadi relawan. Untuk vaksin gratis, komandonya akan berada di bawah Kementerian Kesehatan.