Daewoong Infion Gandeng RS Wahidin Kenalkan Platform Sel Punca

salah satu proses produksi di Daewoong Infion
salah satu proses produksi di Daewoong Infion
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Setelah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Daewoong Pharmaceutical memperkenalkan platform sel punca ‘DW-MSC’ untuk pengobatan Covid-19. Perusahaan farmasi asal Korea Selatan tersebut menggandeng RSUD Wahidin Sudirohusodo.

DW-MSC adalah sistem pengobatan yang baru untuk memulihkan fungsi jaringan tubuh, seperti untuk memulihkan kerusakan organ yang tidak dapat diatasi hanya dengan menggunakan obat saja dan untuk perawatan penyakit neurodegeneratif.

DW-MSC mengandung sel punca dengan pengembangan teknologi dan gabungan teknologi lainnya. Sejak 2018, DW-MSC telah terbukti aman bagi tubuh manusia dan telas lulus uji toksisitas dan tumorigenisitas serta lolos sertifikasi GLP (Good Laboratory Practice).

Jeon Seung-ho, CEO Daewoong Pharmaceutical mengatakan bahwa kerja sama penelitian klinis merupakan faktor penentu keberhasilan dalam pengembangan perawatan sel punca.

“Kami bercita-cita untuk memimpin pengembangan obat baru di bidang perawatan sel/genetik untuk meningkatkan kualitas hidup melalui penelitian bersama dengan para peneliti sel punca dari berbagai bidang dengan mempertahankan produk growth factors, teknologi budidaya sel punca, dan peralatan GMP yang memiliki permintaan tinggi,” kata Jeon dalam keterangan pers tertulisnya, (23/10/2020).

Sementara itu, Kepala Peneliti Daewoong Infion, Nova Angginy juga menjelaskan KELEBIHAN teknologi kesehatan ‘DWP710,’ pengobatan gejala COVID-19. “Perawatan COVID-19 berbasis sel induk bernama ‘DWP710’ ini telah memasuki proses uji klinis melalui kick of meeting kami dengan Kementerian Kesehatan pada tanggal 13 Agustus 2020,” ujarnya.

Nova menjelaskan, protokol klinis ‘DWP710’ dan teknologi sel induk Daewoong Group ‘DW-MSC’ serta memberikan alat pelindung untuk mendukung perawatan COVID-19 pada pertemuan tersebut. ‘DW-MSC’ mampu memperkuat efek sel punca, memanfaatkan bahan bebas serum dan bebas xeno dalam proses budidaya sel punca mesenkim.

“Terapi ini terlah terbukti mampu mengobati infeksi dan peradangan akibat virus, bakteri, dan luka melalui berbagai penilaian kemampuan inflamasi,” terangnya.

Daewoong Infion akan memasuki uji klinis fase 2 untuk ‘DWP710’ pada kuartal pertama tahun 2021. Di bawah otorisasi darurat berdasarkan kerja sama aktif bersama dengan Kementerian Kesehatan di Indonesia, Daewoong Infion berencana untuk segera mendistribusikan perawatan ini setelah menyelesaikan fase 2 uji klinis dalam rangka mengatasi COVID-19.

Daewoong Infion telah diberikan izin untuk menjalankan uji klinis fase 1 untuk ‘DWP710’ bulan lalu, dan telah terpilih sebagai proyek kerjasama Kementerian Kesehatan.

Uji klinis dilakukan di Wahidin Sudirohusodo yang merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk merawat pasien COVID-19. “Perusahaan berencana untuk mengajukan proposal uji klinis fase 2 di Korea dan Indonesia,” ucapnya.