Kontrol Hipertensi, Sebelum Terkena Komplikasi

Erwinanto Ketua Perhi
Erwinanto Ketua Perhi

OBATDIGITAL – Menyambut Hari Hipertensi Sedunia, Kementerian Kesehatan menggelar temu media secara virtual. Dalam temu media yang berlangsung Selasa (13/10/2020) itu menampilkan pembicara Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Cut Putri Arianie dan Ketua Perhimpunan Hipertensi dr Erwinanto.

Sebagai pembicara pertama Cut Putri menegaskan bahwa hipertensi jangan dipandang remeh aalagi di masa pandemi COVID-19. Menurutnya, hipertensi merupakan komorbid yang dapat memperparah COVID-19, di samping penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit ginjal.

“Selain itu, hipertensi kini juga menyerang anak-anak muda,” ujarnya. Menurut data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan pada 2017, banyak remaja yang berusmur 11-14 tahun sudah memiliki tekanan darah normal tinggi, yaitu 139/80 mmHg. Artinya sudah mendekati batas bawah seseorang dikatakan hipertensi, yaitu 140/90 mmHg.

Sementara itu, Erwinanto menjelaskan bahwa jangan dibiarkan tensi sebesar itu, sebab dalam tempo 5 tahun, orang yang memiliki tekanan darah normal tinggi akan berisiko terkena hipertensi. Untuk itu, sambung Erwin, sebelum terkena, perlu mengendalikan tekanan darah.

Caranya: rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Bagi yang punya tekanan darah normal disarankan Erwin melakukan pemeriksaan 3-5 tahun sekali. “Sedangkan untuk yang normal tinggi disarankan melakukan pemeriksaan 1 kali setahun,” katanya.

Perlunya mengontrol hipertensi bisa dikerjakan, selain dengan pemeriksaan tensi, juga menjagar agar terhindar dari risiko terkena penyakit komplikasi seperti gagal ginjal, stroke, dan penyakit jantung koroner.

Erwin selanjutnya menjelaskan bahwa hipertensi lebih banyak menyebabkan stroke pada kelompok penduduk Asia. Sedangkan pada penduduk Amerika lebih banyak terkena penyakit jantung koroner. “Sedangkan untuk penduduk Eropa risiko terkena stroke dan penyakit jantung koroner sama besarnya,” pungkasnya.