Pemerintah Cina Antusias Kerja Sama Vaksin COVID-19 dengan Indonesia

menlu cina Wang Yi
menlu cina Wang Yi

OBATDIGITAL – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, Duta Besar Indonesia untuk Cina Djauhari Oratmangun, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan produsen vaksin COVID-19 asal Cina.

Mereka bertemu dengan beberapa pimpinan produsen vaksin COVID-19 asal Cina, yaitu Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac dan berlangsung di Yunan, Cina, pada Sabtu (10-10-2020).

Dalam pertemuan, Menkes  mengajak Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac  untuk melakukan transfer teknologi dengan Bio Farma dan kerja sama riset teramsuk uji klinis dengan lembaga penelitian medis yang ada di Indonesia.

Bio Farma merupakan salah satu dari sekitar 29 produsen vaksin yang tersebar di 22 negara di dunia yang telah memperoleh Prakualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (PQ WHO) sehingga dipercaya dapat memenuhi kebutuhan vaksin di lebih dari 150 negara.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Cina, Wang Yi mengatakan bahwa Sinovac, Sinopharm, Cansino sangat antusias mengembangkan relasi dengan perusahaan dan lembaga penelitian medis Indonesia.

Itu setelah pemerintah Beijing memberikan lampu hijau agar perusahaan Tiongkok berkolaborasi dengan perusahaan Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai manufacturing hub untuk vaksin di Asia Tenggara.

  “China bersedia bekerja sama dengan Indonesia dalam penelitian, produksi dan distribusi vaksin. Selain itu, mendukung pertukaran antar lembaga penelitian medis terkait untuk membantu memastikan akses ke vaksin yang terjangkau di seluruh kawasan dan di seluruh dunia,” kata Menlu Wang Yi melalui rilis Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin (12/10/2020).

Menyambut komentar Menlu Wang Yi, Menko Luhut ikut menyampaikan harapannya. “Saya ingin lebih banyak kerja sama antar-rumah sakit, pertukaran dokter dan tenaga kesehatan, kolaborasi riset dan teknologi antara kedua negara,” ujar Luhut.