Benarkah Obat Antidepresan Sebabkan Bunuh Diri?

depresi
depresi dan stres
<--ads1-->

OBATDIGITAL- Belum lama ini Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengeluarkan peringatan mengenai efek samping obat antidepresan yang berisiko memunculkan ide dan perilaku bunuh diri.

Menanggapi peringatan FDA, sebuah tim, yang dipimpin Christine Y. Lu, PhD, MSc dari Harvard Medical School Department of Population Medicine and Harvard Pilgrim Health Care Institute melakukan riset apakah angka kematian akibat bunuh diri menurun setelah munculnya peringatan tersebut.

Studi ini memanfaatkan data dan sertifikat kematian nasional selama 28 tahun. Penelitian ini dipublikasikan secara online di Psychiatric Research and Clinical Practice.

Hasilnya, ternyata pernyataan FDA tersebut malah membuat angka bunuh diri di Amerika Serikat meningkat. Para peneliti mengemukakan, terdapat kenaikan angka bunuh diri sebesar 0,49 kasus per 100.000 remaja. Peningkatan sebesar 2,07 kasus bunuh diri per dewasa muda.

Tim peneliti mengamati adanya peningkatan kematian akibat bunuh diri di kalangan remaja setelah peringatan [FDA] dan penurunan perawatan depresi. Faktor lainnya akibat penggunaan narkoba, resesi ekonomi, penggunaan ponsel pintar, dan cedera yang tidak disengaja.

“Faktor tambahan kemungkinan berkontribusi terhadap peningkatan bunuh diri remaja yang terus berlanjut selama beberapa dekade terakhir ini. Kemudian dikombinasikan dengan penelitian sebelumnya mengenai berkurangnya pengobatan. Oleh karena itu, memerlukan evaluasi ulang mengenai peringatan antidepresan,” tutur Christine, dilansir dari HCP Live, Jumat (08/10/2020).

Menurutnya, konsultasi kesehatan mental sangat penting bagi remaja untuk menentukan tipe depresi. Kemudian, perlu segera dilakukan tindakan psikoterapi. Apabila diperlukan, obat antidepresan ini bisa menjadi alternatif pengobatan.