Pengaruh Lockdown bagi Kesehatan Fisik dan Mental

depresi
depresi dan stres

OBATDIGITAL-  Enam puluh enam dokter umum, termasuk Dr Phil Hammond dan Dr Rosemary Leonard, serta sejumlah tenaga medis British Medical Association telah menulis surat kepada Menteri Kesehatan Inggris.

Mereka menyoal seputar pengambilan keputusan pemerintah mengenai penanganan Covid-19, terutama soal kebijakan lockdown. Mereka mengkhawatirkan lockdown berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental masyarakat.

Deklarasi tersebut kini sudah ditandatangani sekitar 6.000 ilmuwan dan ahli medis di seluruh dunia, serta 50.000 anggota masyarakat. Mereka mengatakan, kebijakan lockdown sampai vaksin tersedia, menyebabkan banyak orang dirugikan.

Selain itu, terdapat bahaya bagi kesehatan yang meliputi tingkat vaksinasi anak menjadi menurun, serta memperburuk perawatan pasien penyakit jantung dan kanker. Kemudian, potensi anak-anak mengalami flu daripada COVID-19 menjadi lebih besar.

Meski begitu, muncul juga penolakan terhadap deklarasi tersebut. Ilmuwan dari Universitas Leeds, Inggris, Stephen Griffin menuturkan, pernyataan itu memiliki kelemahan etika, logistik, dan ilmiah.

“COVID-19 malah membuat orang mengalami infeksi ringan dengan masalah seperti kelelahan dan nyeri sendi berkepanjangan,” tuturnya dilansir dari BBC, Rabu (07/10/2020).

Sementara itu, peneliti dari University of Reading, Inggris, Simon Clarke menyangsikan kekebalan tubuh akan terbentuk setelah terinfeksi, tetapi ini kemungkinan bisa juga terjadi.

“Kekebalan alami, tahan lama, dan protektif terhadap penyakit jelas dibutuhkan. Kami tidak tau seberapa efektif atau tahan lama kekebalan setelah seseorang terinfeksi. Skenarionya, kekebalan tidak bersifat jangka panjang, tetapi terinfeksi kembali di masa depan menjadi lebih ringan,” ujarnya.