Pemerintah Perlu Memperhatikan Kesehatan Tenaga Medis

Pasien COVID-19
Pasien COVID-19
<--ads1-->
Perawatan pasien COVID
Perawatan pasien COVID

OBATDIGITAL – Pandemi COVID-19 telah menyajikan kehidupan baru bagi masyarakat di seluruh dunia. Hal ini bisa menjadi peluang dan tantangan untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan bagi semua sesuai dengan tujuan ketiga dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB).

Oleh karena itu, ISMoPHS menghadirkan pembicara yang berasal dari empat negara yang berbeda yaitu Inggris, Australia, Malaysia, dan Indonesia, untuk mendiskusikan tentang tantangan global kesehatan masyarakat di berbagai setting.

Acara yang berlangsung secara daring itu digelar pada Kamis ini (8/10/2020). Kegiatan ini dihadiri sejumlah peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, dan ahli di bidang kesehatan dan olahraga yang berasal dari berbagai negara.

“Kegiatan yang dilakukan sangat positif, meski persiapan kegiatan saat ini juga berbeda dari tahun sebelumnya yang dilaksanakan secara luring sekarang dilakukan secara daring. Partisipasi juga meningkat untuk tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya karena peserta tidak terkendala jarak” ujar Rara Warih Gayatri, ketua jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, seperti dalam rilisnya yang diterima OBATDIGITAL.

Pemateri dari Griffith University, Australia, Febi Dwirahmadi mengatakan bahwa perubahan iklim membawa dampak yang besar dalam peningkatan ancaman masalah kesehatan global, ditambah lagi seiring berkembangnya teknologi dan berkembangnya penyakit-penyakit zoonosis baru yang bermunculan.

Dalam hubungannya dengan Covid-19, beberapa studi telah menyebutkan bahwa penduduk yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara yang kurang baik, memiliki tingkat kematian akibat Covid-19 yang lebih tinggi.

Selain prioritas pemutusan rantai penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih menjadi dilema di berbagai negara, ada masalah lain yang tidak kalah penting yaitu jumlah dan kondisi kesehatan tenaga medis yang mengalami penurunan, sebagaimana disampaikan oleh Dr. Marzuki Isahak dari Malaysia.

Menuru Marzuki, pemerintah harus terus berusaha untuk menjamin kesejahteraan para tenaga medis yang telah berjuang di garda depan dalam penanganan pasien-pasien Covid-19. “Berbicara tentang penyakit tidak menular, sangat erat hubungannya dengan perubahan gaya hidup”katanya.

Gaya hidup meliputi pola makan, pola tidur, aktivitas fisik, dan manajemen stres yang tidak sesuai merupakan pemicu utama penyakit-penyakit degenaratif.

Sapto Adi, M.Kes menekankan bagaimana cara menyesuaikan penerapan gaya hidup sehat di tengah pandemi. Pandemi ini merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan fokus dan upaya yang lebih dalam intervensi penyelesaiannya.

“Oleh karena itu kerjasama secara global perlu untuk ditingkatkan untuk mencapai solusi yang komprehensif dan berdampak ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Sapto.