Ujicoba Vaksin COVID-19 Moderna Terganjal Sukarelawan

kantor Moderna
kantor Moderna
<--ads1-->

OBATDIGITAL – Upaya Moderna Therapeutics, Amerika Serikat untuk mendapatkan hasil dari ujicoba vaksin COVID-19 segera agaknya belum bisa terpenuhi dalam tahun ini.

Itu karena kontraktor swasta yang dipekerjakan oleh Moderna Inc untuk merekrut sukarelawan untuk uji coba vaksin tersebut belum melibatkan sukarelawan yang seimbang, baik dari peserta dari kulit hitam, latin, dan penduduk asli Amerika. Padahal, keseimbangan itu diperlukan agar bisa diketahui sebagai baik vaksin virus Corona bekerja.

Seperti dilansir Reuters (6/10/2020), untuk menutupi kekurangan tersebut, Moderna memperlambat pendaftaran uji coba tahap akhir dan menginstruksikan pusat penelitian untuk fokus pada peningkatan partisipasi di antara relawan minoritas.

Menurut pihak perusahaan, upaya tersebut didukung oleh peneliti akademis yang memiliki hubungan jangka panjang dengan organisasi di kelompok kulit h itam dan komunitas minoritas lainnya.

Lima peneliti yang mengerjakan uji coba Moderna mengatakan dalam wawancara bahwa sebagian besar dari 30.000 relawan adalah sukarelawan kulit putih.

Padahal COVID-19 menginfeksi orang kulit hitam di Amerika Serikat hampir tiga kali lipat daripada orang kulit putih Amerika. Selain itu, orang kulit hitam dua kali lebih mungkin meninggal karena virus.

Dan komunitas warna mencolok di antara petugas layanan kesehatan dan populasi yang berisiko tinggi komplikasi COVID-19, membuat mereka di antara yang pertama kemungkinan memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin baru, kata para ahli.

Paul Evans, kepala eksekutif Velocity Clinical Research di Durham, North Carolina, AS yang disewa untuk menguji vaksin Moderna di lima lokasi, mengakui sangat sulit untuk memberikan keseimbangan populasi yang tepat.

“Jika ada masalah dalam merekrut minoritas, dan ada, Anda tidak dapat memperbaikinya dalam semalam,” katanya.

Orang kulit hitam yang terkumpul baru 7% dari total sukarelawan, padahal seharusnya 13%.

Seperempat dari 100 situs uji coba Moderna dijalankan oleh pusat akademik yang merupakan bagian dari Jaringan Uji Coba Pencegahan COVID-19 (CoVPN) dari National Institute of Health (NIH).

Sedangkan sisanya sebagian besar adalah subkontraktor komersial. Sebuah organisasi penelitian kontrak bernama PPD dipekerjakan oleh Moderna untuk mengawasi lokasi percobaan.

Dr. Larry Corey, co-leader CoVPN, mengatakan NIH telah berinvestasi di lokasi uji klinis dengan program penjangkauan yang dikelola oleh dokter dan perawat yang memiliki hubungan dengan komunitas minoritas.

“Itu bukan sesuatu yang menjadi bagian dari model bisnis organisasi penelitian komersial,” ujar Corey.