Gubernur Sumut-Tim Task Force COVID-19 Kemenkes Rem Angka Kematian

Pertemuan Task Force COVID-19 Di Medan
Pertemuan Task Force COVID-19 Di Medan
Pertemuan Task Force COVID-19 Di Medan (Dok: Kemenkes)

OBATDIGITAL – Angka kasus COVID-19 di Provinsi Sumatera Utara masih terbilang tinggi. Untuk itu, perlu dilakukan langkah-langkah untuk mengerem angka kematian dan memacu laju kesembuhan pasien COVID-19.

Untuk itu, menurut Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, ada 3 hal penting untuk memenangkan peperangan. Yaitu: hadirnya seorang pemimpin, mental untuk selalu berjuang dan Batem (bantuan tembakan).

“Nah, kehadiran Tim Taskforce Kemenkes ini merupakan Batem bagi kami (pemerintah daerah) untuk menambah gempuran melawan COVID-19,” tutur Edy Rahmayadi kepada Staf Khusus Menteri Kesehatan, Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Kemenkes Alexander Kaliaga Ginting Suka, yang juga merupakan ketua Tim Taskforce.

Itu dikemukakan pada saat membuka pertemuan koordinasi percepatan penanganan COVID-19 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (5/10).

Dalam pertemuan tersebut, menurut siaran pers yang diterima OBATDIGITAL (6/10/2020), Edy menjelaskan bahwa segala upaya telah dilakukan untuk menekan angka penularan, seperti mempersempit resiko penularan di keramaian.

“Kami telah menutup semua tempat-tempat hiburan yang telah kami berikan peringatan sebelumnya namun tetap tidak menaati protokol kesehatan. Mungkin pendapat masyarakat Saya Gubernur Kejam, tetapi ini tetap harus dilakukan karena bila didiamkan bisa habis saudara-saudara kita” tegas Edy.

Saat ini Sumut telah memberikan sinyal positif dalam menangani COVID-19, tercatat bahwa terjadi peningkatan angka kesembuhan sebesar 5,1% dari satu minggu lalu sebesar 65,5% menjadi 70,6%. Selain itu, angka kematian juga berhasil diturunkan menjadi 4,1% dari 4,2% pada satu minggu yang lalu.

Selain itu, ketersediaan tempat tidur di RS Rujukan COVID-19 di Sumut dirasa masih cukup memadai dengan persentase BOR (Bed Occupancy Ratio) atau Angka penggunaan tempat tidur untuk ICU sebesar 62,20% dari total 82 tempat tidur dan untuk Isolasi sebesar 57,58% dari total 1254 tempat tidur.

Meski data menunjukkan bahwa ada peningkatan dalam penanganan COVID-19 di Sumatera Utara, Edy tetap berharap bahwa penanganan COVID-19 dapat dipercepat lagi, yaitu dengan berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat melalui Tim Taskforce Kemenkes RI.

“Semoga dengan hadirnya Tim Taskforce, dapat menambah motivasi untuk memacu laju angka kesembuhan dan menekan angka kematian akibat COVID-19 di Provinsi Sumatera Utara” tukas Edy.

Sementara itu Alexander Kaliaga Ginting Suka menngapresiasi Gubernur Sumut atas prestasi dalam menangani COVID-19.

“Apresiasi untuk Sumut, bahwa angka kesembuhan telah meningkat, ini merupakan sebuah prestasi bersama untuk Provinsi Sumatera Utara” ungkap Alex.

Menurut dr. Alex, Sumut sudah banyak perubahan dan perkembangan dalam menangani COVID-19, mulai dari bulan April, Mei, Juni dan sampai September ini.

Lebih lanjut dr. Alex menambahkan bahwa untuk menambah percepatan penanganan sangat penting memilih metode komunikasi, perlu strategi untuk mengedukasi masyarakat agar lebih mudah diarahkan untuk terus melaksanakan protokol kesehatan.

Alex memberi masukan bahwa jika protokol kesehatan ingin diterapkan secara maksimal, ini harus menjadi sebuah Gerakan Kemasyarakatan dengan instrumen keberhasilannya ialah Gerakan Kemasyarakatan di tingkat Kelurahan.

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan segala sarana dan prasarananya, seperti tenaga kesehatan, tim surveilans dan tempat isolasi guna memisahkan yang positif untuk memutus agar tidak terjadi penularan.

“Meskipun saat ini kita fokus dengan penanganan COVID-19, Pemerintah tidak lantas meninggalkan program-program prioritas lainnya, semua tetap berjalan dan menjadi perhatian pemerintah” jelas Alex.