Benarkah Obat Sklerosis Hambat Virus Corona?

Virus Coronadiatasi dengan obat HIV-obat flu
Dokter di Thailand sukses menjajal kombinasi obat HIV dengan obat flu dosis untuk mengobati pasien terinfeksi virus corona. Kondisi pasien terus membaik.
<--ads1-->
virus Corona

OBATDIGITAL– Sekelompok peneliti yang dipimpin Christian Kanstrup Holm dan David Olagnier, menunjukkan, obat dimethyl fumarate (DMF) yang biasa digunakan untuk pengobatan pasien sklerosis, ternyata mampu menghambat pertumbuhan virus dalam sel tubuh, termasuk SARS-CoV2. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.

Studi ini sebenarnya telah dilakukan sebelum pandemi COVID-19. Christian dan rekannya melakukan prosos uji coba terhadap efek obat yang mengandung zat 4-octyl-itaconate yang kerap digunakan untuk menyembuhkan herpes, cacar, dan zika. Hasil pengujian tersebut terbilang sukses, bahkan melampaui apa yang diharapkan.

“Kemudian virus Corona muncul, karenanya kami juga menguji dan mengamati efek yang besar. Jumlah penggandaan yang dibuat oleh virus Corona di dalam sel-sel tubuh berkurang drastis,” ujar Christian Kanstrup Holm dalam Medicalxpress, Jumat (02/10/2020).

Pada saat yang sama, obat tersebut menghambat peradangan yang menjadi ancaman bagi pasien COVID-19. Hal ini karena kematian umumnya disebabkan peradangan yang terjadi di paru-paru.

“Saat kami melakukan penelitian dasar, kami jelas tidak tahu apakah obat itu bekerja mengatasi infeksi pada manusia, dan terserah ahli penyakit menular untuk mengujinya. Namun, saya harus mengatakan bahwa saya sangat optimis,”kata Christian Kanstrup Holm, seperti diucapkan rekannya Profesor David Olagnier, ilmuwan dari Departemen Biomedik di Universitas Aarhus, Denmark.

Peneliti ini pun akan melanjutkan uji klinis apabila tim riset penyakit menular menilai hasilnya layak untuk diteruskan. Pasalnya, tim riset perlu bekerja sama untuk menentukan syarat dalam pemeriksaan klinis dan pengujian.