Catat, Diet Tinggi Fruktosa, Perburuk Penyakit Radang Usus

Usus besar (istimewa)

OBATDIGITAL– Sebuah penelitian in vivo  pada tikus menunjukkan, fruktosa dalam makanan dapat memperburuk penyakit radang usus (IBD), akibat perubahan pada bakteri usus.

BD merupakan istilah umum untuk beberapa kondisi yang menunjukkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Dua jenis IBD yang paling umum yaitu kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Gejala umumnya seperti diare, sakit perut, tinja berdarah, penurunan berat badan, dan kelelahan.

Kasus IBD meningkat di seluruh dunia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), jumlah orang dewasa yang terdiagnosis IBD setiap tahun di Amerika Serikat bertambah, dari 2 juta pada tahun 1999 menjadi 3 juta pada 2015.

Penelitian sebelumnya pada hewan menghasilkan, diet tinggi fruktosa dapat merusak usus besar dan menyebabkan peradangan. Asupan fruktosa yang lebih tinggi kemungkinan berperan terhadap tingginya kejadian IBD dalam beberapa dekade terakhir.

“Temuan kami memberikan bukti adanya hubungan langsung antara diet fruktosa dan IBD. Ini mendukung konsep bahwa konsumsi fruktosa yang tinggi dapat memperburuk penyakit pada orang dengan IBD,” ucap ketua penelitian dari Sekolah Kedokteran Renaissance Universitas Stony Brook, dilansir dari Medical News Today, Jumat (02/10/2020).

“Menjadi penting karena berpotensi memberikan panduan tentang pilihan diet untuk pasien IBD. Sesuatu [pilihan diet] yang saat ini kurangdiperhatikan”.

Meski tim riset mengakui, model penyakit yang diteliti tidak secara akurat mencerminkan interaksi yang kompleks dari makanan, mikrobiota, dan penyakit pada manusia. 

Oleh karena itu, temuan tersebut dapat diterapkan kepada manusia dalam keadaan yang sangat spesifik.

Rencananya, para peneliti akan menyelidiki cara-cara untuk mencegah efek peradangan dari makanan fruktosa. Tim juga mengevaluasi apakah makan makanan tinggi fruktosa semakin meningkatkan risiko ini.