Pfizer Isyaratkan Vaksin Rilis Oktober, Sesuai Permintaan Trump

kantor pusat Pfizer
<--ads1-->
kantor pusat Pfizer
Kantor Pusat Pfizer

OBATDIGITAL– CEO Pfizer, Dr. Albert Bourla membuat pernyataan yang membuat publik bertanya-tanya. Khususnya terkait pemasaran vaksin COVID-19 pada Oktobermendatang, sesuai permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Sekarang ini, model kami- argument terbaik kami- diprediksi akan ada jawaban pada akhir Oktober,” tuturnya dalam The New York Times, Rabu (30/09/2020).  

Sejumlah pakar meragukan gagasan itu akan tercapai. Pasalnya, apabila vaksin menujukkan tanda-tanda positif dalam uji klinis, maka perusahaan belum mengumpulkan cukup data secara statistik bahwa vaksin aman dan efektif. Dr. Bourla membuat pertaruhan berisiko dan mengancam keselamatan publik. Akan banyak masyarakat AS yang menolak untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Meski, Pfizer kemungkinan mendapatkan keuntungan signifikan, hingga miliaran dolar dan menjadi penyalur vaksin pertama di AS. Hal ini disampaikan Profesor Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Brown University, Dr. Megan Ranney, juga salah satu tim medis yang mendesak Pfizer agar tidak terburu-buru mengeluarkan vaksin.

Terlebih, juru bicara perusahaan menyebut, Pfizer belum akan menyelesaikan uji klinisnya pada akhir Oktober. Pihak Pfizer menduga, ucapan Dr. Bourla maksudnya pemantauan uji coba pada Oktober untuk mengamati potensi vaksin. Pejabat kesehatan pemerintah AS pun membantah ketersediaan vaksin pada Oktober.

“Mereka tidak akan mendapatkan persetujuan sebelum pemilihan [Presiden AS]. Waktunya tidak tepat,” ucap analis Wall Street Bernstein, Ronny Gal.

Kemudian publik pun membandingkan pengembangan vaksin Pfizer dengan beberapa perusahaan farmasi lainnya seperti Moderna dan AstraZeneca. CEO Moderna, Stéphane Bancel, mengatakan bisa juga Pfizer mendapatkan persetujuan pada Oktober. Hal ini karena vaksin Pfizer memang mengejar kecepatan.

Peserta uji coba Pfizer diberi dua dosis vaksin dengan selang waktu 21 hari, sedangkan di Moderna menunggu 28 hari. Pfizer mulai mencari relawan yang sakit dalam tujuh hari setelah pemberian dosis kedua, sedangkan Moderna melakukannya pada 14 hari. Meskipun uji coba Moderna hanya dilakukan di Amerika Serikat, Pfizer bersifat internasional, dengan lokasi yang disiapkan atau direncanakan di Amerika Serikat, Brasil, Turki, dan Argentina.

“Kita akan terus mengumpulkan data kesehatan sukarelawan selama dua tahun, dan berencana menyerahkan data keselamatan sukarelawan kepada FDA setelah 2 bulan. Di seluruh lokasi uji coba, 24.000 sukarelawan telah menerima dosis kedua dari vaksin tersebut, lebih dari setengah dari 44.000 yang diharapkan untuk mendaftar,” bunyi keterangan tertulis Pfizer.