WHO Rekomendasikan Pemeriksaan Viral Load HIV, Untuk Apa?

penderita AIDS
penderita AIDS
penderita AIDS
penderita AIDS

OBATDIGITAL – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemeriksaan viral load HIV (VL HIV) sebagai metode untuk memonitor efektivitas pengobatan. Ini merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat efektivitas terapi ARV pada ODHA.

Dalam kaitan itu, Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama Yayasan Kasih Suwitno (YKS) melalui proyek konsorsium yang didanai The Global Fund, AMPUH (Accelerating viral load testing aMong PLHIV through SITRUST and High quality laboratories) membantu Kementerian Kesehatan dalam kegiatan Bulan Viral Load HIV 2020.

Proyek AMPUH bertujuan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan VL HIV dan early infant diagnosis (EID) dengan melibatkan pemangku kepentingan serta memperkuat pelaksanaan transportasi spesimen di sejumlah provinsi dan kabupaten kota terpilih.

Kegiatan Bulan Viral Load HIV yang berlangsung pada Juli hingga Desember 2020 ini mentargetkan sebanyak 41,000 ODHA memeriksaan status VL-nya.

Hingga per tanggal 18 September 2020, sebanyak 5,801 sampel telah dikirimkan menggunakan aplikasi SITRUST HIV yang dikembangkan oleh Yayasan KNCV Indonesia dalam membantu proses transportasi spesimen VL dan pelaporan hasil pemeriksaan VL ke dalam aplikasi rekap kohort program HIV nasional.

Dari jumlah ini, sebanyak 2,343 sampel ODHA yang telah selesai diperiksa menunjukkan hasil viral load tersupresi. Artinya pengobatan ART yang dilakukan berhasil dan tidak berpotensi untuk menularkan kepada pasangannya.

Bulan pemeriksaan Viral Load ini akan dilaksanakan di 105 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Diharapkan kegiatan Bulan Viral Load HIV dapat makin meningkatkan kesadaran ODHA akan pentingnya melakukan pemeriksaan VL HIV.

Antonio, salah satu ODHA yang melakukan pemeriksaan VL HIV mengaku rutin melakukan pemeriksaan viral load. Dengan pemeriksaan itu ia dapat mengetahui bahwa pengobatan ARV yang dijalaninya berfungsi dengan baik.Antonia mengaku rutin mengonsumsi ARV secara teratur, selain itu saya juga rutin melakukan pemeriksaan viral load secara teratur sesuai anjuran dokter.

“Dengan mengetahui jumlah viral load, kita bisa mengetahui apakah pengobatan ARV kita berfungsi dengan baik dan bisa mengurangi risiko penularan kepada pasangan kita,” ujar Antonio melalui rilis Kemenkes, Selasa (29/09/2020). 

Pelaksanaan bulan viral load menjadi upaya dalam mendukung komitmen untuk mencapai target global, yaitu 90% ODHA dalam pengobatan ARV mengalami penurunan jumlah virus HIV dalam darah (tersupresi).

Dengan terwujudnya supresi virus HIV pada ODHA, maka jargon ”ODHA berhak sehat” pun dapat terealisasi.