Kemenperin Dorong Tanaman Jadi Bahan Baku Farmasi

aktivitas pembuatan obat
aktivitas pembuatan obat

OBATDIGITAL – Upaya untuk menggunakan tanaman lokal menjadi bahan baku obat terus diupayakan pemerintah. Salah satunya yang digarap Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Hal ini bertujuan memacu substitusi impor dan mewujudkan kemandirian industri bahan baku obat nasional.

“Untuk mendukung sasaran tersebut, kami akan memperkuat kompetensi Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kemenperin. Penguatan itu melalui peran balai besar di berbagai daerah,” kata Kepala badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi di Jakarta.

Seperti dikutip Republika, Doddy mengatakan, salah satu UPT di bawah binaannya yakni Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) Jakarta telah fokus pada penyediaan farmasi dan kosmetik berbasis bahan alam.

Kini lembaga tersebut tengah melakukan riset yang tentunya diharapkan dapat memanfaatkan tanaman itu menjadi bahan baku obat yang ujungnya dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Penguatan peran ini akan kami jalankan dengan menyiapkan infrastruktur pengembangan fitofarmaka yang sesuai dengan standar CPOTB, penggunaan soft computing dan penerapan teknologi 4.0. Ini guna menjadi percontohan bagi industri farmasi berbasis bahan alam,” imbuhnya. 

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional mengalami pertumbuhan sebesar 5,59 persen pada semester I 2020.

“Namun demikian, kami tetap bekerja keras mengurangi impor di sektor industri farmasi,” tutur Doddy. 

Industri farmasi di dalam negeri didorong terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung terlaksananya tujuan tersebut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam pernah mengemukakan, Indonesia memiliki potensi yang banyak tumbuh di berbagai wilayah.  Jumlahnya sebanyak 30.000 spesies dari 40.000 spesies tanaman obat.

“Oleh karena itu, perlu pengoptimalan potensi alam tersebut untuk industri obat tradisional. Hal ini juga sangat prospektif untuk dikembangkan karena kebutuhan yang cukup potensial di pasar lokal maupun global,” tutur Khayam. 

Selain itu, kata dia, Kemenperin siap berkerjasama dengan berbagai pihak.

“Pandemi Covid-19 membuat kesigapan semua negara meningkat, termasuk dalam hal ketersediaan obat-obatan,” ucapnya.