Telehealth, Berpotensi jadi Pengobatan Masa Depan

Layanan kesehatan jarak jauh
Layanan kesehatan jarak jauh

OBATDIGITAL – Selama pandemi COVID-19, banyak rumah sakit menerapkan sistem baru yakni telehealth. Layanan kesehatan dapat diakses secara digital, sehingga pasien tidak perlu datang ke rumah sakit. Nantinya tenaga medis akan menanggapi keluhan pasien melalui komputer atau smartphone.

Salah satu contohnya yaitu Medicare, program asuransi kesehatan nasional di Amerika Serikat untuk lansia dan penyandang cacat ini mengizinkan dokter menggunakan telehealth. Bahkan muncul rencana untuk menciptakan sistem telemedicine ke depannya.

Telehealth mendorong rumah sakit untuk menciptakan layanan terbaik berdasarkan biaya dan kualitas. Namun, kelemahannya muncul kekhawatiran mengenai privasi dan penipuan.

Meski, berdasarkan jajak pendapat Universitas Michigan, Amerika Serikat (AS), hanya 27%  lansia Amerika yang tidak melakukan kunjungan telemedicine karena faktor privasi. Sedangkan sisanya sekitar 70% tertarik menggunakan sistem ini.

 “Saya tidak berpikir ini akan menggantikan kunjungan langsung, karena terkadang dokter perlu menangani pasien,” kata Kepala Pusat Pengobatan dan Medicaid, Seema Verma, dilansir dari VOA, Selasa (01/09/2020).

Pengguna telemedicine Medicare, Jean Grady menceritakan pengalamannya. Menurutnya, berkomunikasi dengan dokter melalui telekonferensi itu sangat efektif karena lebih cepat tertangani. Walaupun tidak semua pengobatan bisa dilakukan secara online, dia perlu datang ke rumah sakit untuk menjalani tes darah.

Mengingat berpotensi menjadi sistem pengobatan masa depan, maka dibutuhkan undang-undang baru untuk mengatur hal ini. Terutama untuk menjawab pertanyaan “ Apakah honor dokter dalam pertemuan telemedicine dan pertemuan langsung itu sama?”.

“Ini akan menghasilkan pengobatan yang lebih baik dengan biaya lebih rendah,” ucap senator, Lamar Alexander.