Obat Steroid Kurangi Risiko Kematian Akibat COVID-19

Ilustrasi

OBATDIGITAL- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pedoman pengobatan terbaru untuk pasien COVID-19. Salah satunya, merekomendasikan obat steroid untuk mengobati pasien yang mengalami sakit parah dan kritis. Obat tersebut tidak diperuntukkan untuk pasien COVID-19 dalam ketegori ringan.

Pernyataan ini berdasarkan analisis yang telah dikumpulkan dari tujuh uji klinis acak menggunakan steroid seperti deksametason, hidrokortison, dan metilprednisolon. Hasilnya, ketiga steroid dapat mengurangi risiko kematian pada 1.700 pasien.

Kortikosteroid sekarang menjadi pengobatan lini pertama untuk pasien dalam kondisi kritis. Obat lainnya yang terbukti efektif adalah remdesivir. Selanjutnya, peneliti Universitas Oxford menemukan, deksametason berhasil meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien yang sakit parah.

Deksametason mengurangi 36 persen kematian pada 1.282 pasien yang dirawat di rumah sakit. Selain itu, pengujian terhadap 374 pasien yang mengonsumsi hidrokortison, mampu menurunkan tingkat kematian hingga 31persen.

Ketika hasil riset Oxford diumumkan, para dokter di seluruh dunia mulai memberikan resep deksametasol kepada pasiennya. Begitu pula dengan obat remdesivir yang mampu sedikit memulihkan kondisi kesehatan pasien COVID-19 yang kritis.

“Ini menunjukkan, steroid jelas bermanfaat. Banyak orang mengalami kondisi kritis karena COVID-19. Kami menginginkan ada pengobatan yang dapat mengurangi tingkat kematian dan menyelamatkan nyawa,” kata Profesor Kedokteran Vanderbilt University School of Medicine, Dr. Todd Rice, dilansir dari The New York Times, Rabu (02/09/2020).

Meski, steroid dapat memiliki efek samping berbahaya, terutama kepada pasien lanjut usia. Obat ini menimbulkan pasien lanjut usia rentan terinfeksi. Selain itu, mampu meningkatkan kadar glukosa darah dan menyebabkan delirium atau linglung.