Ini Progres Vaksin COVID-19 Sinergi BPOM Dengan UEA

aktivitas pembuatan obat
vaksin virus Corona
vaksin virus Corona

OBATDIGITALPenyebaran virus corona terus meluas. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada Selasa (01/09), angkanya sudah mencapai 177.571 kasus positif. Oleh karena itu, pemerintah berupaya keras agar kurva kasus COVID-19 menurun. Salah satu langkahnya yakni bersinergi dengan negara lain dalam pengembangan vaksin.

Di Indonesia, terdapat 2 jalur pengembangan vaksin, yaitu vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Eijkman.

Selain itu, terdapat kerja sama internasional yaitu Sinovac yang berkolaborasi dengan PT Bio Farma; Genexine bekerja sama dengan PT. Kalbe Farma; dan Sinopharm (G42) bekerja sama dengan Kimia Farma.

Sebagai bentuk keseriusan Indonesia untuk terlibat dalam riset vaksin, Menteri Luar Negeri dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan kunjungan ke Cina dan Uni Emirat Arab (UEA).

Setelah itu, disusul Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito yang melakukan serangkaian pertemuan dengan Assistant Undersecretary of Health Policy and Licensing of UAE Ministry of Health (Kementerian Kesehatan UEA) Dr. Amin Hussain Al Amiri, Acting Undersecretary of Abu Dhabi Department of Health (DoH) Dr. Jamal Alkaabi, CEO Group-42 (G-42) Mr. Peng Xiao, Sinopharm serta mengunjungi Vaccine Testing Centre yang berlokasi di Abu Dhabi National Exhibition Centre.

“Kunjungan ini bertujuan khususnya untuk memberikan dukungan langkah-langkah regulatori dalam rangka mengakselerasi akses vaksin COVID-19 dan mendapatkan informasi data terkait pelaksanaan uji klinik yang saat ini tengah dalam proses fase 3 di UEA,” ucap Kepala BPOM, melalui rilis, Selasa (01/09/2020).

Kunjungan Penny sangat diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang jelas terhadap proses pengembangan vaksin COVID-19 yang dibuat oleh Sinopharm dan dilakukan uji klinik fase 3 di UEA.

Pengembangan vaksin COVID-19 dalam rangka menyediakan kapasitas produksi komersial yang besar, terdapat peluang menggunakan sarana produksi Bio Farma. Saat ini, UEA sedang dalam taraf pembangunan industri vaksin.

Ini merupakan langkah awal kerja sama. Kedua regulator sepakat untuk melakukan joint assessment serta sharing data terkait assessment report vaccine dari Sinopharm.

Rencananya akan disampaikan oleh G-42 pada bulan September atau Oktober 2020. Hal tersebut dapat mempercepat proses evaluasi terhadap data khasiat, keamanan, dan mutu vaksin dari Sinopharm.