WHO Sarankan Masyarakat Kurangi Alkohol dan Obat Terlarang

four women chatting while sitting on bench
Photo by ELEVATE on Pexels.com
four women chatting while sitting on bench
Minum alkohol ( Pexels.com)

OBATDIGITAL – Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada setiap 10 Oktober, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengadakan kampanye global mengenai kesehatan mental.

Dalam acara ini, WHO akan menyosialisasikan upaya untuk mengurangi penderita gangguan mental. Salah satunya dengan menerapkan gaya hidup sehat serta menghindari konsumsi alkohol dan obat terlarang.

Pagelaran tersebut akan dihadiri oleh pemimpin dunia dan pakar kesehatan mental. Direktur Jenderal WHO juga akan membahas komitmennya terhadap langkah-langkah menangani penyakit mental. Tidak hanya itu, musisi dunia pun akan berbicara mengenai pentingnya kesehatan mental dan memberikan motivasi.

Kampanye ini dimulai pada 1 September 2020. Akan ada cerita pengalaman penyintas penderita gangguan mental yang diharapkan dapat menyemangati pasien penyakit mental. Selain itu, rencananya terdapat pemaparan beberapa materi sekaligus diskusi online.

Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini, WHO bersama United for Global Mental Health dan World Federation for Mental Health menyerukan pentingnya menginvestasikan kesehatan mental.

Hal ini menjadi penting mengingat beberapa negara masih cenderung mengabaikan penyakit ini. Umumnya, mereka hanya menghabiskan rata-rata 2% dari anggaran kesehatan untuk kesehatan mental. Padahal, setiap US$1 yang diinvestasikan untuk pengobatan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan

“Hari Kesehatan Mental Sedunia adalah kesempatan bagi dunia untuk berkumpul dan mulai memperbaiki pengabaian ini. Kami sudah melihat konsekuensi pandemi COVID-19 terhadap kondisi mental masyarakat, dan ini baru permulaan. Apabila tidak ditangani maka berdampak tidak hanya pada kesehatan tetapi juga aspek ekonomi dan sosial,” ucap Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam rilis WHO, Kamis (27/8).

Seperti diketahui, pengidap gangguan mental lebih rentan menyalahgunakan obat-obatan, narkoba, atau NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat-zat Adiktif). Hal ini guna mengurangi gejala yang sedang dirasakan.