18 Juli 2024

Mau Sehat? Klik Obat Digital

Awas Obesitas Anak Bisa Picu Penyakit Komplikasi

OBATDIGITAL – Obesitas atau kegemukan menjadi salah satu penyakit yang sering diderita anak-anak. Obesitas terjadi karena adanya ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang keluar, sehingga terjadi penumpukan jaringan lemak. 

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, obesitas menjadi faktor risiko penyakit tidak menular lainnya, seperti diabetes, jantung, kanker, hipertensi, penyakit metabolik dan nonmetabolik, serta menjadi penyebab kematian tertinggi.

“Pada tahun 2030 itu diperkirakan 1 dari 5 wanita dan 1 dari 7 pria akan hidup dengan obesitas,” ujar Maxi dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (8/3/2023). 

Seperti halnya orang dewasa, anak yang menderita obesitas akan menunjukkan gejala klinis seperti wajah bulat, pipi tembem, dan dagu rangkap. Leher tampak pendek dan terdapat bercak kehitaman di belakang leher, perut membuncit disertai dinding perut yang berlipat-lipat.

Obesitas termasuk penyakit yang perlu intervensi secara komprehensif. Pasalnya, obesitas merupakan penyakit global yang diderita 2 miliar penduduk dunia. 

Obesitas pada anak didiagnosis dengan antropometri melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan menghitung indeks massa tubuh dengan rumus BB/TB dalam meter. 

Ada beberapa cara mencegah obesitas pada anak. Dokter Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Winra Pratita mengungkapkan, obesitas pada anak dapat dicegah dengan memberi makanan sehat yang mengandung gizi seimbang, seperti protein, lemak, vitamin, mineral dan karbohidrat yang sesuai porsinya dan tidak berlebihan. 

“Kurangi konsumsi gula, dan lebih mengutamakan minum air putih dibandingkan minum minuman-minuman kemasan yang mengandung gula yang tinggi,” pungkasnya. 

Lebih lanjut Winra mengatakan, anak juga perlu melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, salah satunya dengan bermain. Selain itu, pastikan anak cukup tidur sesuai dengan usianya. 

Untuk anak usia 4–12 bulan tidur minimal 12–16 jam, anak usia 1–2 tahun tidur 11–14 jam, anak usia 3–5 tahun tidur 10–13 jam, anak 6–12 tahun tidur 9–12 jam, dan anak remaja usia 13–18 tahun itu tidur sekitar 8–10 jam.

“Kalau sudah obesitas yang harus dilakukan adalah perlu pemantauan supaya tidak terjadi komplikasi,” imbuh Winra.